kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
Posted on April 4, 2011 by my fb: pops_intansay@yahoo.co.id

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
==============================
La Tahzan, Bunda…
Rabu, 02/02/2011 13:55 WIB | email | print

Oleh Silvani

”Tadi Ibu diremehkan oleh Tante A… mungkin karena Ibu tidak memiliki banyak harta seperti Tante”.

Terdengar lirih suara ibu, ada guratan sedih di wajahnya. Bisa kubayangkan betapa sedih hati ibu diperlakukan seperti itu. Sebagai anaknya, aku tak rela ibu tersayang tersakiti hatinya.

Duhai Bunda, maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakanmu dengan harta… Kupeluk erat ibu, kuyakinkan dengan sebuah ayat Allah bahwa Janganlah merasa lemah dan jangan pula bersedih hati sesungguhnya derajatmu tinggi, jika kamu orang yang beriman.” Ibu pun tersenyum.

Di sajadahku,ketika bermunajat kepada-Mu kembali kumohon kepada-Mu,”Ya Allah… sayangilah Ayah Bunda, Sayangilah keduanya sebagaimana mereka sangat meyayangiku di waktu aku kecil. Berikan untuk Ayah Bunda kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat nanti… amiin.

Tante A memang hidup bergelimang harta. Ia tinggal di sebuah rumah megah di kawasan elit Jakarta, lengkap dengan barisan mobil mewah di garasinya. Tante A menjabat posisi penting di sebuah perusahaan besar, belum lagi bisnis sampingan lainnya. Terakhir kudengar ia menjalin bisnis dengan seorang pengusaha ternama dengan proyek bernilai miliaran rupiah.

Di antara seluruh keluarga kami, kulihat Tante mendapat perlakuansangat istimewa, Ia menjadi orang VVIP dalam setiap acara keluarga. Kedatangannya begitu dinanti-nantikan, hidangan istimewa kegemaran Tante selalu tersaji untuknya.

Aku sendiri ikut bahagia dengan kesuksesan Tante. Aku menghormatinya, tapi tidak berlebihan. Harta benda yang kita miliki di dunia ini toh hanya titipan Allah semata, setiap saat Allah bisa memintanya kembali, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban kita , dari mana kita memperoleh harta tersebut, dan bagaimana kita menafkahkannya.

Milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang MahaKaya, Maha Terpuji (Q.S Luqman :26.). Semua milik Allah… Segala harta benda yang kita miliki, kecantikan, ketampanan, ilmu pengetahuan , dan diri kitapun milik Allah, akan kembali kepada Nya… Lalu apa yang bisa kita banggakan? masihkah kita membanggakan dan menyombongkan diri?

Kenyataannya memang masih banyak orang yang silau harta. Mereka menganggap orang ‘besar’ adalah orang yang berharta banyak. Orang berharta begitu sangat dihormati dan dipuja-puji, tanpa dilihat lagi ahlak yang dimiliki…

Tak ingatkah mereka kisah Qarun dan Fir’aun? Jika harta menjadi penentu derajat seseorang, apakah lantas Apakah Qarun dan Fir’aun juga merupakan ‘orang besar’? Mereka justru orang berharta yang celaka dibinasakan oleh Allah. Qarun beserta hartanya dibenamkan Allah ke dalam bumi, dan Fir’aun ditenggelamkan di Laut Merah.

Penentu derajat seseorang bukan harta, bukan pula jabatan… berharta dan berkuasa tapi tak beriman pastilah binasa seperti Qarun dan Fir’aun. Banyak contoh lain, dari negeri kita sendiri. Orang yang dulunya kita anggap ‘besar’ ,namun ternyata pada akhirnya harus menghabiskan masa hidupnya di penjara, karena mereka ternyata tidak amanah, memakan uang rakyat yang sama sekali bukan haknya.

Kehidupan mereka berakhir tragis di penjara, ditambah lagi hujatan masyarakat. Bagaimana dengan kehidupan alam kubur dan kehidupan akhirat mereka? Mungkin lebih mengerikan…

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah disana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang mereka kerjakan ( Q.S Hud 15-16)
Wallohu a’laam bishshowaab.

==============================
kumpulan cerita seru gokil – kisah gokil – cerpen seru gokil
About my fb: pops_intansay@yahoo.co.id
pops_intansay@yahoo.co.id
View all posts by my fb: pops_intansay@yahoo.co.id →
This entry was posted in cerita eramuslim.com. Bookmark the permalink.
← kumpulan cerita seru perempuan – kisah perempuan – cerpen seru perempuan
kumpulan cerita seru misteri – kisah seru misteri – cerpen seru misteri →
Like
Be the first to like this post.
4 Responses to kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil

1.
my fb: pops_intansay@yahoo.co.id says:
April 4, 2011 at 1:38 pm

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
==============================

Lelaki di Relung Hati Ibu
Rabu, 02/02/2011 07:40 WIB | email | print

Oleh Ineu

Sewindu sudah Bening menemani kehidupan lelaki yang telah Allah karuniakan menjadi imam dalam hidupnya. Bahkan beberapa purnama lagi, usia pernikahannya akan memasuki tahun ke sembilan.

Banyak hal sarat dengan pelajaran berharga yang ia dapatkan selama membersamainya. Butiran-butiran hikmah yang bertaburan di sepanjang ia dan lelaki itu merajut kasih atas landasan cinta karena Allah menjadikan ruang kalbunya dipenuhi rasa syukur.

Dalam sebuah lembaran hari yang dilaluinya, Bening tak dapat melupakan saat menyaksikan raut muka dan getar suara ibu yang telah melahirkan dan membesarkan pasangan jiwanya itu. Dengan mata yang berkaca-kaca dalam gemetar tangan dan suaranya, sang ibu terus-menerus mengucapkan serangkai kalimat.

“Ia selalu ibu rindu, nak…ia selalu dalam relung hati ibu…ibu bangga dan bersyukur Allah menitipkannya pada ibu…”

Bening hanya terdiam ketika ibu dari lelaki yang telah menjadi imamnya itu mengungkapkan isi hatinya.

Tak lama kemudian perempuan lebih dari paruh baya itu meneruskan ucapannya. “Tahukah Engkau Nak, kenapa ia selalu ada dalam relung hati ibu?”

Kali ini Bening menggelengkan kepalanya perlahan sambil menanti kelanjutan ucapan sang ibu. Seolah mengerti apa yang dipikirkan mantunya itu, sang ibu kembali berucap… “Setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing dalam hati orangtuanya. Dan, ia menempati relung hati ibu lebih dalam dari saudara-saudaranya”.

Sejenak sang ibu menghentikan ucapannya dan menatap Bening dalam-dalam. “Bukan karena prestasi dunianya atau karena ia bersekolah di negeri orang yang membuat ibu selalu merindu dan bangga padanya, tapi hanya satu hal yang membuatnya istimewa di hati ibu…”

Kembali sang ibu terdiam, butiran sebening kristal meluncur tak tertahankan lagi dari matanya. Ia terbata-bata melanjutkan ucapannya dengan getar suara menahan haru.

“Selama ini ia tak pernah menyakiti perasaan ibu, akhlaknya ini yang membuat ia selalu memenuhi ruang hati ibu”. Serangkai kalimat itu diucapnya berulang-ulang hingga Bening hanya mampu mengucap syukur mengetahui penilaian sang ibu akan imam rumahtangganya itu.

Dalam hatinya, ia pun mengakui ucapan sang ibu. Ya, sepanjang mengayuh biduk bersamanya , tak pernah hatinya tergores oleh tutur kata maupun tingkah laku suaminya. Hatta, pada masakan yang disajikan, tak pernah lisan lelaki itu mencela sekalipun di lidah Bening makanan tersebut terasa aneh. Air muka suaminya hanya sedikit mengernyit ketika keasinan atau merona merah saat pedas tak tertahankan oleh lidahnya.

Terhadap anak-anak, amanah yang dikaruniakan Allah padanya, lelaki itu selalu bersikap lembut penuh kasih. Tak mengherankan bila hati anak-anaknya sangat tertambat dan melekat erat padanya.

Lelaki itu pun tak banyak kata dalam mengajarinya hidup dengan hiasan sabar dan sahaja. Ketika ia kehilangan putra pertama yang dinanti karena Allah hanya menitipkan 2 bulan saja di rahim Bening, wajah lelaki itu tetap jernih, mengalirkan ketenangan dan ketabahan padanya.

Demikian pula saat badai demi badai masalah yang melintasi jalan hidupnya, wajah lelaki itu tetap tenang. Di saat orang lain mungkin menghadapinya dengan marah-marah, menyesali nasib, kecewa bahkan putus asa, lelaki itu tak bergeming dalam badai ujian hidupnya. Gemuruh hatinya atas segala cobaan itu ia tuangkan dalam berbagai kreasi yang hasilnya dinikmati banyak orang.

Ia juga tak banyak kata saat mengajarkan Bening akan rasa khauf (takut) hanya kepada Allah. Ia selalu berhati-hati dengan uang yang diperolehnya dari tempatnya bekerja hingga ia yakin makanan dan minuman yang mengalir dalam darah keluarganya bersumber dari harta yang halal.

Demikian juga dalam menyeleksi tempat makanan atau minuman yang dibeli. Suatu ketika lelaki itu mengajaknya jalan-jalan di sebuah kota belahan Eropa. Setelah sekian lama menyusuri jalan akhirnya ia mengajak Bening membeli dua tangkup donner kebap di sebuah toko kecil nan sempit.

Lalu ia ungkapkan rasa heran pada suaminya kenapa untuk membeli setangkup donner kebap, harus berjalan sejauh itu, padahal di dekat tempat mereka tinggal ada banyak bertebaran toko-toko yang menyajikan makanan tersebut.

Dengan penuh kelembutan, ia pun menjelaskan bahwa di beberapa toko kebap yang dilaluinya, terdapat banyak botol-botol khamr. Ia merasa ragu untuk membeli donner di toko yang menyediakan minuman tersebut. Ya, ia menyangsikan kehalalan daging yang terdapat dalam donner itu jika pemilik toko tak merasa takut menjual minuman yang diharamkan Allah.

***

Dua pasang bola mata milik sang ibu dan dirinya kini semakin sembab. Dalam diam, masing-masing menekuri kenangan-kenangan yang pernah terukir bersama lelaki yang dicintai mereka.

Wajah Bening semakin tertunduk ketika sang ibu dari lelaki yang menjadi imamnya itu terus menerus mengulangi ucapannya tentang sang anak.

“ Wahai ibu, ia tak hanya ada dalam relung hatimu, tetapi ia pun memenuhi semua sudut jiwaku”, bisik hatinya.

http://www.ratnautami.com

==============================
kumpulan cerita seru gokil – kisah gokil – cerpen seru gokil
Reply
2.
my fb: pops_intansay@yahoo.co.id says:
April 4, 2011 at 1:39 pm

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
==============================

Ketidakadilan di Bilik Warnet
Selasa, 01/02/2011 14:06 WIB | email | print

Oleh Setta SS

MEMANG, hanya di yaumul akhir kelak keadilan sejati akan kita temui. Ketika pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka balasan setiap pekerjaan mereka.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah (ada sebagian mufassir yang mengartikan kata zarah dengan seukuran partikel atom) pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.

Maka bisa dipastikan setiap diri akan terlibat laku tidak adil, baik pada diri sendiri dan terlebih lagi pada makhluk di sekitarnya. Misal, seorang rekan yang tercantum di biodatanya berprofesi sebagai penulis.

Pagi hari itu sekitar jam enam, berbekal informasi dari rekan lain bahwa dia pernah menginap di sebuah wisma yang cukup presentatif di bilangan alun-alun Yogyakarta bertarif miring, saya menghubunginya via telepon genggamnya. Saat dia mengangkat panggilan saya, terdengar suara seperti orang linglung di seberang sana.

Tanpa berbasa-basi, saya langsung mengutarakan maksud menghubunginya, menanyakan apakah dia memiliki nomer kontak wisma tersebut atau tidak. Ia meminta waktu sebentar untuk mencari nomer kontak wisma di list handphone atau di dokumen lainnya sebelum mengakhiri pembicaraan.

Lima menit berlalu, tak ada pesan masuk darinya. Saya mengirim sebuah SMS, minta tolong segera dikirim nomer kontak wisma jika memang ada atau jika tidak ada maka saya tak perlu menunggu kepastian ada tidaknya lebih lama lagi. Kelamaan menunggu, saya jengah juga.

Pada akhirnya saya putuskan untuk menyusuri jalanan sekitar alun-alun Yogyakarta untuk menemukan wisma bertarif miring tersebut karena dua orang rekan dari Bandung dan seorang putranya telah tiba di Stasiun Lempuyangan.

Dan tahukah Anda, pukul berapa SMS balasan dari rekan penulis tersebut masuk ke ponsel saya? Empat jam lebih kemudian, saat rekan dari Bandung sudah selesai mandi di wisma lain karena di wisma yang pernah ditempatinya tidak ada kamar kosong.

Begitulah, rekan penulis tersebut sudah berbuat tidak adil pada dirinya sendiri dengan beralibi dia baru saja tidur selepas Shubuh setelah aktivitas menulis semalaman suntuk hingga setengah sadar saat menerima telepon saya. Ia tak kuasa menahan kantuk dan terlelap lagi seketika itu juga.

Sekarang mari saya ajak Anda menengok sekilas ketidakadilan di bilik-bilik warnet (warung internet). Bisa dikatakan, saya tak pernah lepas dari jasa pemilik warnet sejak pertama kali mengenal dunia maya lebih sepuluh tahun ke belakang.

Lalu kenapa sekarang saya tak membeli modem saja? Setidaknya ada dua alasan sederhana: harga modem masih relatif mahal untuk kantong saya, dan yang paling utama saya tidak setiap saat membutuhkan online. Hanya sesekali saja dalam sehari semalam. Saya bukan ‘aktivis’ facebook atau seorang blogger yang aktif. Bukan pula pelaku bisnis online yang katanya berpenghasilan menggiurkan itu.

Maka saya pun bertualang dari warnet ke warnet di setiap kota yang pernah saya singgahi. Dari Yogyakarta, Palembang, Bogor, Purwokerto, Pasuruan, Bekasi, Denpasar, Cilacap, dan kini di bilangan ibu kota Jakarta.

Di sebuah bilik warnet, suatu waktu, saya pernah menggerutu. Entah kenapa setiap beberapa menit layar LCD di hadapan saya tiba-tiba hang atau langsung restart sendiri tanpa permisi. Padahal saya sedang men-download atau meng-upload sebuah file yang belum purna. Oh, komputer di bilik itu memang sedang error, pindah saja ke komputer yang lain, terang sang operator warnet enteng tanpa dosa. Kenapa tidak bilang dari awal jika memang komputer di bilik itu sedang error dan tak layak pakai?

Suatu sore di sebuah warnet saya pernah komplain. Saya baca dengan jelas tulisan di sebuah karton putih yang ditempel di dinding sebuah warnet: akses internet per jam Rp. 3.000,- Saya pun masuk ke salah satu bilik di warnet tersebut. Setelah tunai hajat saya menyapa dunia maya, saya pun undur diri segera.

What happens then? Saya merasa telah dizhalimi pemilik warnet. Ternyata akses per jam Rp. 5.000,-. Itu tarif lama, belum sempat dilepas, begitu lebih kurang makna diam sang juragan warnet. Menurut Anda, bolehkah saya menjotos mukanya saat itu?

Lain padang lain ilalang. Maka lain lagi jenis ketidakadilan yang pernah saya temui di sebuah warnet yang lain. Dan sebatas pengalaman saya, ketidakadilaan jenis yang satu ini adalah yang paling sering saya jumpai di berbagai tempat.

Betul di sana ada billing perekam biaya yang harus dibayar sekaligus piranti digital pencatat lama waktu akses internet. Namun yang mengganjal di benak saya adalah sistem pembayarannya. Bukan dihitung permenit, melainkan pemakai jasa warnet seolah dipaksa untuk membayar akses sekian menit meski hanya butuh akses beberapa menit saja.

Saat piranti digital mulai mencatat waktu akses di detik pertama, tiba-tiba billing perekam biaya sudah menunjukkan angka Rp. 3.000,- untuk akses 30 menit pertama. Artinya jika saya hanya berkepentingan untuk mengirim sebuah dokumen via email yang cukup memakan waktu akses lima menit saja, saya tetap wajib membayar Rp. 3.000,- Atau ketika saya meng-upload enam buah file di blog dengan waktu akses cukup dalam 30 menit saja, namun karena leletnya koneksi speedy warnet sehingga molor satu menit dua detik ketika log-out menutup blog, maka mau tak mau saya dipaksa harus membayar Rp. 6.000,- untuk akses 30 menit berikutnya yang tidak pernah saya butuhkan.

Bukankah hal itu merupakan salah satu wujud ketidakadilan yang dengan sengaja dirancang untuk sebuah keuntungan materi yang tak seberapa jumlahnya? Maka coba renungkanlah wahai para juragan warnet. Sebagai pengguna jasa warnet, saya akan lebih ikhlas membayar tepat sesuai jumlah menit saya mengakses dunia maya di warnet Anda meski seandainya saya harus membayar sepuluh ribu rupiah setiap menitnya.

Bagi Anda para juragan warnet, mohon maaf bila tidak berkenan, baru sebatas itulah wujud keadilan yang saya pahami sejauh ini. Adakah di antara Anda yang berani memulai menerapkan tarif online per menit dan bukan bayar di muka setiap sekian menit yang sangat boleh jadi sekian menit itu tak pernah dibutuhkan oleh setiap pengguna jasa warnet Anda? Jika ada, saya doakan usaha warnet Anda akan ramai pengunjung dan penuh berkah. Amin. (*)

Tegal Parang Utara, 30 Januari 2011 o7:54 a.m.
http://lakonhidup.wordpress.com/

==============================
kumpulan cerita seru gokil – kisah gokil – cerpen seru gokil
Reply
3.
my fb: pops_intansay@yahoo.co.id says:
April 4, 2011 at 1:39 pm

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
==============================

Keberhasilan itu Milik Kita
Selasa, 01/02/2011 06:37 WIB | email | print

Oleh Dwi Asri Anggianasari

Teman-teman pasti tahu kalau setiap orang pasti menginginkan hidupnya sukses gemilang, mampu menjawab rintangan yang menghadang, harga dirinya dihormati banyak orang, mendapatkan apa yang telah ia cita-citakan, dan sebuah kata “berhasil” menjadi name tag yang membanggakan. Iya! Semua orang juga tahu kalau semua orang ingin seperti itu (halah! Belibet!).

Namun, apakah kita bisa? Jawabannya adalah SANGAT BISA. Eits, kenapa? Kok ragu? Nih yah, sebenarnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Yang menjadi tantangan adalah “how to learn” karena biar bagaimana pun “learn” adalah satu-satunya proses agar pemahaman seseorang menjadi naik satu level dan seterusnya.

Terkadang banyak orang yang memaknai kata “belajar” (dibahasa Indonesia-kan aje) sebagai sebuah tekanan atau beban yang membuat orang tersebut menjadi enggan atau terpaksa melakukannya. Padahal, perlu diketahui bahwa proses belajar yang paling sulit telah kita lewati lho. Apaan tuh? BELAJAR MEMBACA. Lalu untuk apalagi kita merasa tertekan atau beban padahal proses belajar tersulit sudah kita lewati dan berbuah kesuksesan? Maka, jangan ragu untuk mengatakan,”keberhasilan ini milikku!”

Masih ragu juga? Oke, dijelasin lagi. Teman-teman, inget kagak waktu kita belajar jalan? (rame-rame jawab: kagak!). Tanya deh sama nyak-babe kita, waktu kita belajar jalan (usia 1-2 tahun) berapa kali kita terjatuh (nyak-babe ngitungin kagak yak?) atau coba deh kita lihat anak-anak kecil yang lagi belajar jalan. Gedubrak… nangis (atau nggak, mata berkaca-kaca, bibir manyun dan bergetar)… bangun… gedubrak… nangis lagi (kali ini jidat mulai berkerut tanpa sedang berpikir)… bangun (sayup-sayup terdengar suara ibunda, ayahanda dan kakanda yang berteriak “Ayo, De! Jalan! Ayo Sini!”)… lalu dengan sekuat tenaga kakinya terayuh melangkah, walau hanya satu kaki yang berhasil dan itupun hanya berjarak 5 senti saja, tapi riuh tepuk tangan penonton heboh luar biasa, tak ketinggalan siulan bersahut-sahutan dari arah belakang (emang lagi manggung!). Terus tuh anak kecil seneng deh! Nyoba jalan lagi deh! Nah, itu maksudnya! Keberhasilan bakal jadi milik kita kalau “How to Learn” kita tidak kenal putus asa!

Teman-teman tahu nggak kenapa anak kecil yang belajar jalan tetap mencoba lagi dan lagi walaupun sudah “gagal” dan “gagal” mulu sebelumnya? Karena mereka tidak mengenai konsep kegagalan! Sebagai tambahannya, ada orang-orang di sekitar mereka yang ikut mendukung apa yang mereka kerjakan dan memberikan reward atau respon yang baik ketika keberhasilan-keberhasilan itu telah mereka raih (yah, tepuk tangan dan siul-siulan tadi).

So, bagi teman-teman yang ingin berhasil dalam mencapai suatu yang telah dicita-citakan, salah satu kuncinya adalah “ubahlah” konsep kegagalan (kalau disuruh ngelupain rasanya sulit, begitu memilukan dihati… hiks) menjadi konsep yang dapat membakar semangat kita. Kalau menurut Bobbi Deporter dan Mike Hernacki dalam salah satu bukunya, kegagalan adalah sebuah umpan balik yang membawa pada sebuah keberhasilan.

Kalau menurut saya, kegagalan berarti mendapatkan sebuah kunci baru untuk membuka pintu keberhasilan karena dengan kegagalan kita jadi tahu bahwa cara lama yang kita gunakan sebelumnya kurang masih kurang tepat. Kalau menurut kamu kegagalan itu apa? Ayo, ciptakan konsep kegagalan dengan caramu sendiri, asal dapat membuat semangatmu berkobar lagi. Sebenarnya, yang penting itu ikhtiar terus lalu bertawakal! Pan Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak merubahnya sendiri. Maka, jangan ragu lagi untuk mengatakan, “keberhasilan ini milikku!”

Nah, kalau sudah tidak ragu lagi bahwa keberhasilan itu milikmu. Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum beranjak pergi membuat strategi keberhasilan. Nyang pertama, perlu diketahui bahwa emosi positif dapat menjadi motor mesin keberhasilan kita. Kenape bisa begono? Karena emosi positif mendorong kearah kekuatan otak, terutama bagian otak terpenting dalam mempertahankan hidup kita, yaitu Sistem Limbik atau otak mamalia karena bagian otak ini salah satunya berfungsi adalah sebagai pengendali emosi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa emosi yang baik cenderung diikuti oleh kondisi kesehatan yang baik pula.

Nah, lanjut lagi nih, emosi positif yang mendorong kearah kekuatan otak mengarah kepada keberhasilan kemudian mengarah lagi kepada kehormatan diri yang tinggi dan pada akhirnya kembali mengarah kepada emosi positif (kalau digambarin, kayak siklus). Makanya kagak heran jika kita sudah di”cap” jago bahasa inggris atau suatu pelajaran lain di kelas, biasanya emosi positif kita muncul, yaitu berupa percaya diri dan menjadikan kita lebih semangat untuk belajar pelajaran itu lebih giat lagi agar keberhasilan yang sudah kita capai tetap dapat kita pertahankan.

Lanjut nih, hal kedua yang perlu kita pahami adalah motivasi (niat) itu sangat perlu. Kekuatannya besar lho karena motivasi ini mengarahakan kita pada tujuan yang hendak kita capai, bahkan lebih jauh lagi, yaitu apa manfaatnya jika tujuan itu sudah tercapai. Prinsipnya begini, “segala sesuatu yang ingin kita kerjakan harus menjanjikan manfaat kita, entah itu barang yang sifatnya dapat dilihat ataupun tidak (pahala kan tidak terlihat yak!). jika tidak, kita tidak akan termotivasi untuk melakukannya. Jadi mau-gak mau, kita musti pinter-pinter mencari (atau bahkan menciptakan) apa manfaat dari apa yang akan kita perjuangkan. Misalnya, para aktivis dakwah nggak kenal kata lelah ngajakin temen-temennya untuk ngaji. Kenapa? Karena mereka termotivasi oleh suatu hal yang menjanjikan. Bedanya (dan ini adalah yang hebatnya), hal yang menjanjikan itu tidak hanya bermanfaat bagi dirinya (bahkan kalau dihitung secara materi, pengorbanan yang mereka keluarkan tidak selalu dibalas sama sesuatu yang terlihat) tapi lebih kepada manfaat bagi umat Islam. Mereka mempunyai visi mulia kedepan: kebangkitan Islam. Dua kata ini yang menjadi motivasi besar mereka dalam mencapai keberhasilan tersebut. Subhanallah, yak, ditengah-tengah masyarakat dunia yang kebanyakkan lebih mementingkan diri mereka sendiri, ada segelintir orang yang melakukan suatu hal baik untuk orang lain dan yang mereka harapkan hanya ridha dari Sang Pencipta saja.

So, tunggu apa lagi! Ayo mulai dari sekarang, kita rumuskan strategi-strategi jagoan kita supaya kita berhasil dalam mencapai cita-cita yang udah kita rencanakan! Asal niatnya lurus hanya untuk Allah, yak, insya Allah Barakah!

…maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa. Ibrahim berkata, “tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr : 55-56)

Jakarta, diawal bulan 8 tahun dua-ribu-8

Seorang pemimpin haruslah seorang pemimpi karena ia harus mampu berimajinasi jauh kedepan tentang apa yang ia perjuangkan

keanggian.wordpress.com/2009/06/25/keberhasilan-ini-milikku/

==============================
kumpulan cerita seru gokil – kisah gokil – cerpen seru gokil
Reply
4.
my fb: pops_intansay@yahoo.co.id says:
April 4, 2011 at 1:39 pm

kumpulan cerita seru gokil – kisah seru gokil – cerpen seru gokil
==============================

Setialah Bersamanya!
Senin, 31/01/2011 14:23 WIB | email | print

Oleh Anung Umar

Setelah sekian lama tak berjumpa dengan istri dan anaknya tercinta, Ismail عليهما السلام, kini Nabi Ibrahim عليه السلام mendapatkan kesempatan untuk bertemu keduanya. Tak bisa dibayangkan bagaimana gembiranya beliau ketika itu.

Akan tetapi, tatkala kakinya menginjak kota Mekah, alangkah terkejutnya beliau ketika mendengar bahwa ibu Ismail yang juga istrinya tercinta sudah dahulu dipanggil Rabbnya, sedangkan Ismail yang dahulu ditinggalkan dalam keadaan masih mungil ternyata sudah dewasa dan sudah menikah.

Beliau pun bertanya kepada orang-orang yang ada di Mekah tentang rumah Ismail عليه السلام , akhirnya ditunjukkanlah letak rumah ismail عليه السلام . Maka beliau pun mendatanginya.

Sesampainya di depan pintu, beliau mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah dan pintu pun dibuka lalu keluarlah seorang wanita yang ternyata ia adalah isteri Ismail عليه السلام . Nabi Ibrahim عليه السلام bertanya kepadanya tentang Ismail عليه السلام . Ia menjawab bahwa ismail عليه السلام sedang berburu untuk makan sehari-hari keluarga.

Kemudian beliau bertanya tentang kehidupan rumah tangganya sehari-hari. Ia menjawab, “Kami dalam keadaan yang tidak baik, kami hidup susah dan sengsara. “ Istri Ismail عليه السلام berkeluh kesah kepada Nabi Ibrahim عليه السلام . Kemudian beliau pun menitip pesan untuk anaknya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku dan katakan kepadanya hendaknya ia mengganti bendul/kayu pintu sebelah bawahnya. “ Beliau pun pamit dan pergi.

Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia seperti merasakan ada orang yang berkunjung. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi? “ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang ciri-cirinya begini dan begitu, dia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kita hidup susah dan sengsara. “

Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“ ia menjawab, “Ya, ia memintaku untuk menyampaikan salam untukmu kemudian ia berpesan untukmu, ‘gantilah bendul pintumu!’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku, ia memerintahkanku untuk menceraikanmu, kalau begitu kembalilah kamu ke keluargamu. “ Maka ismail pun menceraikannya, lalu ia menikah lagi dengan wanita lain.

Tidak beberapa lama Ibrahim pun berkunjung kembali ke rumah Ismail. Dan kembali, ia tidak menjumpainya. Ia hanya mendapati isterinya di rumah. Ia pun bertanya tentang Ismail. Perempuan itu menjawab, “Ia sedang keluar berburu untuk makan sehari-hari keluarga “ Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana keadaan kalian? “

Perempuan itu menjawab, “Kehidupan kami sehari-hari baik dan lapang.“ Wanita itu memuji Allah lalu menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang ia jalani dengan lancar. Setelah mendengar penuturannya, Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku untuknya dan mintalah dia untuk mempertahankan bendul pintunya. “

Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia merasakan seperti kejadian sebelumnya. Seperti ada orang yang berkunjung ke rumahnya. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi?“ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang penampilannya baik-istrinya memuji orang itu- , ia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita sehari-hari, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kehidupan kita baik-baik saja. “

Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“Ia menjawab, “Ya, ia menyampaikan salam untukmu dan memerintahkanmu untuk mempertahankan bendul pintumu.’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku,yang ia maksudkan bendul itu adalah kamu, ia memerintahkanku untuk mempertahankanmu. “ Ini sepenggal kisah dari hadits yang panjang riwayat Bukhari no: 3364

Dalam kisah di atas terdapat pelajaran tentang dua wanita berbeda dalam satu keadaan. Mereka sama-sama memiliki suami yang baik, sama-sama prihatin dan sama-sama ‘menderita’ dalam kehidupan rumah tangga mereka. Akan tetapi yang satu merasa sengsara dan berkeluh kesah tentang kehidupan yang ia jalani sedangkan yang satu lagi merasa bahagia dan bersyukur atas kehidupan yang ia jalani. Tidak syak lagi, ini menunjukkan perbedaan kualitas antara keduanya.

Laki-laki yang saleh tentu lebih pantas untuk mendapatkan wanita yang salehah, dan wanita salehah lebih pantas pula untuk mendapatkan laki-laki yang saleh. Nabi Ismail adalah seorang nabi yang tentu saja lebih dari sekedar orang yang saleh semata. Karena itu, tidaklah salah kalau Nabi Ibrahim menginginkan pula orang yang mendampingi anaknya adalah wanita yang lebih dari sekedar salehah saja.

Dari arahan Nabi Ibrahim kepada anaknya Ismail untuk menceraikan istrinya yang satu dan mempertahankan istri yang lain, bisa dipahami bahwa wanita yang memiliki sifat istimewa seperti itu adalah wanita yang mampu bertahan hidup bersama pasangannya dalam keadaan apapun, ia siap menerima suaminya, baik dalam suka maupun duka. Ia bersyukur tatkala kehidupan rumah tangganya sejahtera dan bersabar tatkala kehidupan rumah tangganya diguncang duka dan nestapa. Istri yang seperti itulah yang memiliki point lebih, melebihi sekedar salehah saja.

Lantas apakah haram dan berdosa besar serta dijamin masuk neraka bila seorang istri meminta cerai kepada suaminya karena tak kuat dengan kehidupan rumah tangga yang “susah dan sengsara” ? Tentu saja tidak. Secara syariat dibolehkan, karena itu hak seorang istri. Akan tetapi ditinjau secara adab dan akhlak, yang lebih afdhal dan lebih mulia adalah tetap bersabar bersama suami dalam keadaan apapun.

Demikian yang disampaikan seorang dosen beberapa waktu lalu dalam pelajaran fiqh, tatkala membahas tentang hak pisah dari seorang istri tatkala mendapati kesulitan nafkah dari suaminya.

Jadi, yang lebih utama bagi seorang istri tetap mendampingi suami dalam keadaan apapun, suka maupun duka. Dan itulah yang dipraktekkan oleh istri Nabi Ismail di atas. Dan itu pula yang dipraktekkan oleh wanita-wanita terbaik dan istimewa dari umat ini.

Cobalah kembali mengingat ibunda kita, Khodijah binti Khuwailid, salah seorang istri nabi yang salehah, pemilik rumah yang terbuat dari mutiara di surga. Ia adalah saudagar kaya yang tumbuh dari keluarga yang kaya raya dan terpandang. ia pendamping dan penyokong utama bagi dakwah suaminya, baik dari fisik maupun non fisik. Tak terhitung berapa banyak jasa yang telah ia curahkan untuk islam.

Ketika Quraisy melakukan embargo ekonomi terhadap bani Hasyim, kabilah Nabi, dan sahabat-sahabatnya dalam rangka menghentikan dan melumpuhkan dakwah Islam,amat menderitalah muslimin ketika itu. Sebab, akibat embargo itu otomatis mereka tak bisa membeli dan berdagang dengan seorang pun untuk mendapatkan makanan. Karenanya, terjadilah bencana kelaparan yang mengerikan menimpa keluarga Rasulullah dan para sahabatnya.

Disebutkan dalam Arrahiqulmakhtum, ketika masa-masa embargo itu diberlakukan, karena tak adanya makanan yang bisa dimakan membuat sebagian para sahabat nabi memakan daun-daunan dan ranting pohon, bayi-bayi setiap hari menangis kelaparan dan banyak wanita yang jatuh sakit. Dan tragedi ini tentu saja dirasakan pula oleh keluarga Rasulullah, termasuk diantaranya Khodijah.

Dengan statusnya yang sebelumnya saudagar kaya yang memiliki harta berlimpah dan serba berkecukupan, tiba-tiba harus menjadi seorang wanita yang kelaparan hanya karena semata-mata mendampingi suaminya dalam menyampaikan risalah ilahi. Tapi perhatikanlah bagaimana ketegarannya. Ia tetap tegar dan setia mendampingi suami tercinta. Sampai akhirnya, tatkala efek dari embargo itu kian dahsyat, ia pun jatuh sakit. Lalu kondisi fisiknya melemah dan terus melemah hingga akhirnya..ia pun meninggal di hadapan suaminya tercinta dalam keadaan setia menyertainya. Semoga Allah meridhainya…

Kemudian wanita istimewa selanjutnya adalah ibunda kita, ‘Aisyah binti Abi Bakr Ash-Shiddiq, istri nabi tercinta. Kesetiaannya mendampingi Rasulullah telah tertoreh dalam lembaran sejarah umat ini. Memberikan jejak emas untuk orang-orang setelahnya, mereka terpaku, sejenak menjadi saksi kemudian turut mendoakan kebaikan untuknya.

Ia setia mendampingi beliau walaupun dua bulan penuh dapurnya tidak berasap. Tidaklah ia dan suaminya tercinta ketika itu memakan melainkan hanya kurma dan air serta susu yang kadang diberikan tetangga. (HR. Bukhari: 2567 dan Muslim: 2972)

Ia setia mendampingi suaminya walaupun ia sendiri berkata, “Keluarga Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut sampai beliau meninggal. “ (HR. Bukhari: 5416 dan Muslim: 2970)

Ia setia di sisi suaminya hingga akhir hayatnya meskipun katanya, “Rasulullah wafat dalam keadaan baju perangnya masih tergadaikan pada orang Yahudi. “(HR. Bukhari: 2916 dan Muslim: 1603)

Ia setia di sisinya sampai mengantarkannya menuju rahmat-Nya meskipun katanya, “Rasulullah wafat sedangkan tidak ada di rumahku sesuatu pun yang bisa dimakan oleh satu makhluk apa pun kecuali hanya sedikit gandum yang ada di laci lemariku. “ (HR.Bukhari: 3097 Muslim: 2973)

Masih banyak lagi wanita-wanita istimewa yang mengajarkan tentang kesetiaan luar biasa seorang istri kepada suaminya. Dan itulah sebenarnya buah dari cinta sejati. Tak pernah lekang oleh perubahan zaman dan kondisi, sebab ia dibangun di atas kecintaan fillah wa lilllah (di jalan Allah dan karena Allah). Meskipun dan bagaimanapun keadaan pasangannya, ia tetap setia mendampingi selama ia masih dalam ketaatan kepada Allah.

Keadaan mereka sangat jauh dari ungkapan “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. “ yang ada di kepala mereka justru, “Ada uang atau tidak, abang tetap kusayang karena Allah, hingga nyawaku melayang!”

Jakarta, 9 Dzulhijjah 1431/15 November 2010

anungumar.wordpress.com

==============================
kumpulan cerita seru gokil – kisah gokil – cerpen seru gokil
Reply

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: